SOPAN SANTUN DALAM BER-MEDIA SOSIAL

Sebagai generasi muda penerus bangsa kita tidak boleh menghilangkan etika dalam berkomunikasi khususnya dalam menulis di media-media sosial. Sebagai generasi penerus bangsa, seharusnya kita lebih pntar dalam menggunakan bahasa yang baik sesuai dengan situasi dan kondisi.

Posted August 8,2019 in PEMBELAJARAN SMK.

Putri Awaliyah
0 Followers 46 Viewers

 SOPAN SANTUN DALAM BER-MEDIA SOSIAL

Jaman dahulu orang-orang biasa berkomunikasi dengan menggunakan surat. Di jaman yang serba modern seperti sekarang ini sudah banyak sekali media-media maya yang dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi dengan lebih cepat dan praktis. Tidak perlu repot-repot menulis surat, pergi ke kantor pos, ataupun menunggu balasan. Memang di jaman serba maju ini perkembangan teknologi berkembang dengan pesat, tetapi perkembangan ini tidak dibarengi dengan berkembangnya etika dalam dalam berkomunikasi. Apalagi dengan berkembangnya bahasa-bahasa yang disebut dengan “bahasa gaul”yang makin menjamur di kalangan muda. Sehingga banyak dari mereka yang kurang mengerti dengan sopan santun dalam berkomunikasi, terutama kepada orang yang lebih tua atau orang yang lebih dihormati.

            Misalkan saat berkomunikasi ataupun meminta izin kepada Guru, sering siswa menggunakan bahasa yang kurang baik dan menyingkat kata seperti saat berkomunikasi dengan teman sebayanya. Padahal hal tersebut dinilai kurang sopan, apalagi kepada orang yang lebih tua. Tidak hanya itu, sering kita temui di media-media sosial komentar ataupun kritik terhadap tokoh yang dihormati maupun terhadap biro jasa yang mereka nilai kurang memuaskan tidak menggunakan bahasa yang santun. Mereka seenaknya menggunakan kata-kata yang kurang sopan sehingga hal tersebut juga dapat mencoreng nama tokoh ataupun biro jasa yang dikritik.

            Maka dari itu kita sebagai generasi muda tidak boleh menghilangkan etika dalam berkomunikasi maupun dalam menulis di media-media sosial. Sebagai generasi penerus bangsa, seharusnya kita lebih pntar dalam menggunakan bahasa yang baik sesuai dengan situasi dan kondisi. Kita harus tau kapan dan dengan siapa kita menggunakan bahasa yang santun dan yang tidak. Tidak hanya itu, kita juga harus bisa menyampaikan kritik maupun komentar yang bersifat membangun dan berguna untuk kebaikan pihak yang kita beri kritik maupun komentar. Tidak hanya asal-asalan berkomentar tanpa ada tanggung jawab.

Banyak media sosial yang kita kenal lewat aplikasi yang tersedia di gadget/android antara lain Facebook, Line, Path, WhatsApp, Instagram, twitter, dan lain-lain. Kehadiran media sosial ini berkembang begitu pesat karena salah satu manfaatnya dapat mempertemukan kita dengan saudara, teman dan orang lain dimanapun berada tanpa ada batasan tempat/lokasi, waktu dan keadaan sehingga menjelma sebagai permainan baru yang seolah-olah tidak bisa lepas dari tangan kita.

Efeknya, adalah setiap orang semakin tergantung dan tidak bisa lepas dengan “device-nya” yaitu gadget/android. Hal ini membuktikan bahwa manusia adalah mahluk social selalu ingin berinteraksi dengan banyak orang tanpa ada batasan waktu dan tempat. Kemana dan dimanapun kita jumpai orang yang sedang membawa gadget/android dan sesekali melihat sosial medianya dan tak jarang berkomentar untuk menunjukkan eksistensinya. Entah hanya mengubah “status-nya”, berbagi pengetahuan, maupun berkomentar di kelompok Sosmed-nya.

Namun terkadang tanpa disadari dari beberapa komentar/curhat yang ada di sosmed kerap terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yaitu menyinggung perasaan orang lain. Banyak contoh kasus pidana yang terkait dengan adanya komentar yang menyinggung orang lain, mencemarkan nama baik atau dianggap menyudutkan seseorang/kelompok tertentu sehingga mendapat sangsi hukum berdasar pada Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi danTransaksi Elektronik ( UU ITE ).

Pasal 27 ayat 3 UU ITE, yaitu “setiap orang sengaja tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

Kadang kita berfikir, berkomentar di Sosmed aja kok sampai dapat sangsi pidana ? mengapa Negara sampai mengatur hal demikian diatas.
Hal ini harus kita pahami bahwa dari sekian banyak tugas Negara salah satunya adalah melindungi hak setiap Warga Negara sehingga menerbitkan UU ITE dimaksud.

Sebagai pengguna Sosmed tentu kita tidak ingin bersinggungan dengan kasus pidana tersebut. Untuk itulah saat ber-sosial media hendaknya kita menyikapinya dengan bijak atas komentar/argumen yang di sosmed entah itu komentar yang baik maupun negatif. Terima saja komentar/argument itu berfikir positif/positif thinking dan jadikan sosmed sebagai sarana informatif, inovatif, aktual, factual dan motivasi perbaikan diri apabila ada komentar negatif.

Untuk itu dalam ber-Sosial Media hendaknya kita mengenal Etika dan Sopan Santun sehingga kita tidak terjebak dalam hiruk pikuk komentar-komentar yang bias membawa kita berhadapan hukum. Disini saya mencoba untuk men-share Etika dan Sopan Santun dalam SosMed, antara lain :

  1. Pakai Bahasa yang Tepat
    Pakailah bahasa yang tepat dan sopan serta santun dengan siapapun kita berinteraksi dan kiranya kita perlu memahami dengan siapa kita berinteraksi. Salah satu cara mengetahui bahasa yang cocok untuk berinteraksi adalah dengan membaca gaya bahasa saat yang bersangkutan berkirim pesan/komentar atau saat menulis status atau merespon status orang lain. Karena dengan membaca komentar kadang masing-masing orang bermacam-macam persepsi, berbeda apabila diucapkan dengan bertatapmuka.
  2. Menghargai Privasi Orang Lain
    Hargai rahasia/privasi orang lain dengan tidak mengumbarnya di Media Sosial sekalipun hanya untuk bercanda/bergurau yang dapat menyebabkan orang lain merasa tersinggung privasinya.
  3. Hindari SARA dan Pornografi
    Tidak menuliskan/berbicara/menuliskan kalimat yang mengandung unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar golongan) dan membagikan konten/berita/gambar yang mengandung pornografi yang dapat membuat sesorang merasa dihina, dilecehkan dan lain-lain.
  4. Update Status yang krusial dan Hal Pribadi
    Hindari meng-update status bersifat privacy diri kita.Misalnya sedang galau, jengkel, sendiri dirumah, sedang mengambil uang di Bank. Update status seperti ini berbahaya apabila ada orang yang berniat jahat terhadap kita. Dan untuk hal-hal pribadi sebaiknya tidak diungkap lewat sosmed karena hal bukan untuk konsumsi publik.
  5. Menghasut Orang dan Menebar Kebencian
    Hindari meng-udate status atau memberi komentar yang dapat dianggap sebagai hasutan dan menyebarkan kebencian atau permusuhan baik itu kepada seseorang atau kelompok tertentu. Apabila hal demikian terjadi, maka kita dapat dikenakan tindakan pidana sesuai dalam UU ITE pasal 28 ayat 2

Untuk itu marilah dalam kita berinteraksi didunia maya lewat Sosial Media ini, hendaknya tetap dalam koridor yang ber-etika, sopan dan santun serta arif dan bijak.Tentu kita semua, tidak menginginkan berhubungan dengan hukum hanya gara-gara update status atau memberi komentar.Kebebasan berbicara adalah Hak setiap Warga Negara, tetapi harus dibarengi dengan tanggung jawab.

Sumber : http://rssoedono.jatimprov.go.id/berita-etika-dan-sopan-santun-di-sosial-media.html

Channel LinkBelajar
Tagline: belajarSD,
Putri Awaliyah Articles

Recent

Recent Articles From: Putri Awaliyah

Popular

Popular Articles From: Putri Awaliyah

Baca selanjutnya,..

PEMBELAJARAN SD
August 8, 2019 | 16 Viewers

PEMBELAJARAN SD
August 8, 2019 | 16 Viewers

Pembelajaran Umum
April 4, 2020 | 17 Viewers

Pembelajaran Umum
August 8, 2019 | 31 Viewers

PEMBELAJARAN SD
August 8, 2019 | 41 Viewers